Wujudkan Swasembada Energi, Jargas Lampung Didorong Lebih Masif

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong pemanfaatan gas bumi melalui jaringan gas rumah tangga (jargas) di wilayah Lampung. Jargas menjadi salah satu langkah strategis mempercepat transisi energi sekaligus mendukung target swasembada energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penyebarluasan Informasi Terkait Pengaturan dan Pengawasan Gas Bumi Melalui Pipa di Lampung, Selasa (26/5/2026).

“Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus memiliki swasembada energi. Dengan penggunaan gas bumi melalui pipa ini, khususnya untuk rumah tangga (RT), ini akan mempercepat transisi energi,” ucapnya.

Menurut Fathul, penggunaan jargas juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi impor Liquified Petroleum Gas (LPG).

“Sehingga ke depan diharapkan penggunaan dan perluasan jargas khususnya di Lampung ini, subsidi (LPG) dapat berkurang dan tentunya kita dapat meningkatkan dan mempercepat swasembada energi,” imbuh Fathul.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Putri Zulkifli Hasan mengatakan, pengembangan jargas di Bandar Lampung telah menunjukkan progres signifikan dengan jumlah sambungan rumah tangga yang mendekati 17 ribu sambungan rumah (SR).

“Jargas ini harus kita kawal dan perlu masifkan kembali, baik sosialisasi pun pembangunan infrastrukturnya. Karena memang jargas ini lebih aman, tidak menggunakan tabung bertekanan, lebih hemat pemakaian sehari-hari, lebih ramah lingkungan, lebih aman, dan tidak repot tidak harus membawa tabung LPG bolak-balik mengisi, jadi memang pemanfaatan jargas akan sangat-sangat bermanfaat kedepannya,” ucap Putri.

Putri juga menilai pemanfaatan jargas untuk sektor industri perlu dipercepat, terutama bagi hotel, restoran, kafe, dan industri dengan kebutuhan gas besar. Langkah itu diyakini dapat memperluas akses masyarakat terhadap energi yang aman dan terjangkau.

“Paling tidak (pemakaian jargas) untuk industri kita harus fokuskan, berarti horeka (hotel restoran kafe), industri besar dengan kepasitas gas yang besar, itu bisa kita dorong untuk segera menggunakan jargas, agar lebih banyak lagi masyarakat di Lampung dapat menikmati energi yang aman, stabil, dan juga terjangkau ini,” ungkapnya.

Senada, Division Head City Gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk Ade Firman Hayatul Kalam menyampaikan, pengembangan jargas bukan hanya soal distribusi energi, tetapi juga bagian dari keberlanjutan energi nasional.

“Kita bicara tentang masa depan energi nasional dan sebagai solusi praktis untuk masyarakat. Di sinilah Pemerintah hadir untuk bisa memberikan solusi melalui program Jargas. Dan, tentunya kami sebagai subholding Pertamina dan juga Agency of Development, turut mengharapkan komitmen Bapak Ibu untuk berperan aktif dalam mengembangkan Jargas,” pungkasnya.

Dalam bimtek ini turut hadir Anggota Komite BPH Migas Eman Salman Arief, Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin, General Manager Sales and Operation Region 1 PGN Andi Sangga Prasetya, Sales Branch Manager Lampung II Fuel Pertamina Patra Niaga Hizkia Reiner Bontong, dan masyarakat Lampung.

BAGIKAN

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on telegram
Telegram

Leave a Reply

BERITA TERKAIT